Pelajaran/materi
akuntansi tidak terlepas dari ekonomi. Ada juga yang yang mengatakan
akuntansi merupakan bagian dari ekonomi. Kalau ekonomi mempunyai cakupan
yang lebih luas, maka akuntansi berada pada bagian yang khusus untuk menghitung
keuangan sebagai penggerak dari ekonomi itu sendiri. Ekonomi bisa tumbuh
dan berkembang jelas harus ada suatu penataan keuangan yang cepat, cermat,
tertata dengan informasi yang jelas. Karena akuntansi mutlak harus ada di
dalam kehidupan, baik skala kecil, menengah lebih-lebih dalam skala yang lebih
besar.
Namun,
kenapa banyak kesulitan yang kita hadapi dalam mempelajari akuntansi? Ya,
pertanyaan yang mudah tapi agak sulit menemukan jawabannya. Dari analisa
penulis dan dari pengalaman selama mengajar akuntansi kepada anak didik, ada
beberapa kendala atau faktor-faktor yang menyebabkan kenapa kita selama ini
sulit untuk memahami akuntansi, yaitu antar lain :
- Belum memahami bahwa hidup kita tidak terlepas dari akuntansi
Hidup tidak terlepas dari
hitung-menghitung duit. Dari pagi sampai pagi lagi siapa yang tak mikirin duit
walaupun memang duit bukan segalanya, tapi kalau tidak ada duit tidak bisa
berbuat banyak. Jadi sebenarnya kita selama ini sudah berkutat dengan
masalah duit. Nah, untuk mengatur duit supaya produktif diperlukan suatu
metode dan cara agar efektif dan efisien, apalagi kalau dalam jumlah yang besar.
Bagaimana mengalokasikan uang dengan benar, setelah uang diputar apakah kita
untung atau malah buntung? Lalu bagaimana melihat perkembangan usaha kita tiap
bulan? Lalu kemana saja uang kita di belanjakan? Semua itu akan terjawab dengan
Akuntansi
- Masih terjebak dalam opini “Menghitung duit tapi gak ada duitnya”
Kita sering terjebak dalam pemikiran
kenapa saya menghitung duit sebanyak ini?, tapi gak pernah melihat duitnya.
atau cuma sekedar megang doang, gak pernah mampir di saku aku. Ya, Dalam hidup
ini alangkah indahnya kalau punya konsep berbagi. Kita melakukan
pekerjaan pada bagiannya masing-masing. Seorang direktur menyusun suatu
strategi masa depan perusahaan, tanpa pernah memegang uangnya, seorang pengaman
kantor tidak pernah berhubungan dengan keuangan kantor, tapi akhir bulan terima
gaji. Begitupun seorang accounting, memang dia berkecimpung di dunia-nya
yang langsung berhubungan dengan keuangan, namun bukan berarti harus memiliki
semua uang di catat di pembukuan-nya. Karena uang itu terus berputar dari
uang masuk (pendapatan), lalu di bagi-bagi ke dalam biaya-biaya, dan
lain-lain. Semua itu sudah di atur menurut bagian-nya masing-masing, coba
bayangkan kalau punya usaha sendiri, mengelola keuangan sendiri, pegang duit
sendiri. Kalau masih perusahaan kecil tentu masih bisa ditangani sendiri, tapi
kalau perusahaan sudah berkembang tentu harus ada bagian-nya masing-masing.
- Siapa bilang orang akuntansi tidak suka tantangan
Anak akuntansi katanya cuma
ngitung-ngitung duit. Gak pernah ada inovasi dan perkembangan. Itu kata
sebagian orang. Makanya di SLTA jurusan IPS katanya jurusan alternatif
bila tidak jebol di jurusan IPA. Padahal semua jurusan itu sama dan punya
peluang yang sama untuk maju dan sukses. Bisnis dan teknologi tidak bisa
dipisahkan. Perusahaan teknologi memerlukan suatu modal yang besar untuk
melakukan riset, penelitian dan percobaan. Setelah produk selesai dan
siap diluncurkan, maka bagian pemasaran siap bertanding dengan kompetitor lain,
bagian accounting siap berkalkulasi, bagian perencanaan siap berpikir membuat
langkah strategis ke depan, siap memprediksi kebutuhan pasar dan konsumen
sehingga menciptakan produk yang di inginkan oleh pasar tersebut, dan
lain-lain. Inilah tantangan yang harus dihadapi oleh seseorang yang berkecimpung
di bidang ekonomi / akuntansi.
- Akuntansi belum mengarah kepada Komputerisasi
Saat ini akuntansi masih banyak yang
masih belajar seputar teori dan pembukuan manual. Padahal tujuan dari
pencatatan akuntansi adalah bagaimana menghasilkan laporan keuangan yang cepat,
efisien dan terstruktur dengan sangat rapi. Untuk mencapai hal tersebut
penggunaan media komputer mutlak harus dilakukan. Makanya banyak sekali
program aplikasi akuntansi yang siap pakai dengan keunggulan
masing-masing. Kita bisa menggunakan aplikasi akuntansi komputer sesuai
dengan kebutuhan perusahaan kita misalnya DEA, MYOB, Zahir Accounting, dan lain
sebagainya. Hal ini mungkin karena keterbatasan peralatan komputer atau
bisa juga pengajar yang harus disiapkan.
Itulah
kira-kira beberapa kendala dan kesulitan kenapa kita cenderung tidak berminat
di bidang akuntansi, padahal akuntansi mempunyai fungsi dan kegunaan yang
sangat penting dalam kehidupan. Kalau sudah memahami dan mengetahui
kesulitan dalam belajar akuntansi mari kita sekarang berpikir bahwa akuntansi
itu mudah dipelajari karena langsung berhubungan dengan kehidupan
manusia. Apalagi saat ini komputer akuntansi sudah sangat berkembang
pesat sehingga akuntansi makin menarik untuk digunakan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar