Minggu, 29 Januari 2012

A Little About Me...


Politeknik Negeri Bali, itulah tempat kuliahku sekarang……
Senang rasanya bisa menjadi bagian dari PNB. Mendapatkan Jurusan D4 Akuntansi Manajerial merupakan sebuah kado terindah buatku. Sudah hampir satu semester aku menjalaninya, bersama teman-teman D4/1A akuntansi aku berbagi, aku belajar, dan aku tertawa…..
Nomor absen 6 di kelas, Putu Nita Kristina Putri, yang punya NIM 1115644016 itu’lah aku… ^^
Ku jalani hidup dengan apa adanya, dan harapku pun tak muluk-muluk, hanya sebatas ingin menjadi yang terbaik dan mampu membuat semuanya bangga terhadapku. Ingin rasanya hidup berjalan mulus, tapi setelah di pikir tak enak juga hidup tanpa tantangan dan rasa sakit, karna saat itu’lah sebenarnya kita belajar untuk menjadi kuat.
Aku anak pertama dan terakhir dari sebuah keluarga kecil, hanya ada aku, ayah, dan ibu…
Keluarga bahagia dan sederhana yang aku punya, yang jelas aku bahagia berada di antara mereka.

Hemm…. Rasanya cukup aku tuliskan sedikit tentangku…
Senang bisa berbagi cerita denganmu…
Lewat blog ini mari berbagi…. >.^

Kesulitan Belajar Akuntansi

Pelajaran/materi  akuntansi tidak terlepas dari ekonomi.  Ada juga yang yang mengatakan akuntansi merupakan bagian dari ekonomi.  Kalau ekonomi mempunyai cakupan yang lebih luas, maka akuntansi berada pada bagian yang khusus untuk menghitung keuangan sebagai penggerak dari ekonomi itu sendiri.  Ekonomi bisa tumbuh dan berkembang jelas harus ada suatu penataan keuangan yang cepat, cermat, tertata dengan informasi yang jelas.  Karena akuntansi mutlak harus ada di dalam kehidupan, baik skala kecil, menengah lebih-lebih dalam skala yang lebih besar.
Namun, kenapa banyak kesulitan yang kita hadapi dalam mempelajari akuntansi? Ya, pertanyaan yang mudah tapi agak sulit menemukan jawabannya.  Dari analisa penulis dan dari pengalaman selama mengajar akuntansi kepada anak didik, ada beberapa kendala atau faktor-faktor yang menyebabkan kenapa kita selama ini sulit untuk memahami akuntansi, yaitu antar lain :

  1. Belum memahami bahwa hidup kita tidak terlepas dari akuntansi
Hidup tidak terlepas dari hitung-menghitung duit. Dari pagi sampai pagi lagi siapa yang tak mikirin duit walaupun memang duit bukan segalanya, tapi kalau tidak ada duit tidak bisa berbuat banyak.  Jadi sebenarnya kita selama ini sudah berkutat dengan masalah duit.  Nah, untuk mengatur duit supaya produktif diperlukan suatu metode dan cara agar efektif dan efisien, apalagi kalau dalam jumlah yang besar.  Bagaimana mengalokasikan uang dengan benar, setelah uang diputar apakah kita untung atau malah buntung? Lalu bagaimana melihat perkembangan usaha kita tiap bulan? Lalu kemana saja uang kita di belanjakan? Semua itu akan terjawab dengan Akuntansi

  1. Masih terjebak dalam opini “Menghitung duit tapi gak ada duitnya”
Kita sering terjebak dalam pemikiran kenapa saya menghitung duit sebanyak ini?, tapi gak pernah melihat duitnya. atau cuma sekedar megang doang, gak pernah mampir di saku aku. Ya, Dalam hidup ini alangkah indahnya kalau punya konsep berbagi.  Kita melakukan pekerjaan pada bagiannya masing-masing. Seorang direktur menyusun suatu strategi masa depan perusahaan, tanpa pernah memegang uangnya, seorang pengaman kantor tidak pernah berhubungan dengan keuangan kantor, tapi akhir bulan terima gaji.  Begitupun seorang accounting, memang dia berkecimpung di dunia-nya yang langsung berhubungan dengan keuangan, namun bukan berarti harus memiliki semua uang di catat di pembukuan-nya.  Karena uang itu terus berputar dari uang masuk (pendapatan), lalu di bagi-bagi ke dalam biaya-biaya, dan lain-lain.  Semua itu sudah di atur menurut bagian-nya masing-masing, coba bayangkan kalau punya usaha sendiri, mengelola keuangan sendiri, pegang duit sendiri. Kalau masih perusahaan kecil tentu masih bisa ditangani sendiri, tapi kalau perusahaan sudah berkembang tentu harus ada bagian-nya masing-masing.

  1. Siapa bilang orang akuntansi tidak suka tantangan
Anak akuntansi katanya cuma ngitung-ngitung duit. Gak pernah ada inovasi dan perkembangan.  Itu kata sebagian orang.  Makanya di SLTA jurusan IPS katanya jurusan alternatif bila tidak jebol di jurusan IPA.  Padahal semua jurusan itu sama dan punya peluang yang sama untuk maju dan sukses.  Bisnis dan teknologi tidak bisa dipisahkan.  Perusahaan teknologi memerlukan suatu modal yang besar untuk melakukan riset, penelitian dan percobaan.  Setelah produk selesai dan siap diluncurkan, maka bagian pemasaran siap bertanding dengan kompetitor lain, bagian accounting siap berkalkulasi, bagian perencanaan siap berpikir membuat langkah strategis ke depan, siap memprediksi kebutuhan pasar dan konsumen sehingga menciptakan produk yang di inginkan oleh pasar tersebut, dan lain-lain.  Inilah tantangan yang harus dihadapi oleh seseorang yang berkecimpung di bidang ekonomi / akuntansi.

  1. Akuntansi belum mengarah kepada Komputerisasi
Saat ini akuntansi masih banyak yang masih belajar seputar teori dan pembukuan manual.  Padahal tujuan dari pencatatan akuntansi adalah bagaimana menghasilkan laporan keuangan yang cepat, efisien dan terstruktur dengan sangat rapi.  Untuk mencapai hal tersebut penggunaan media komputer mutlak harus dilakukan.  Makanya banyak sekali program aplikasi akuntansi yang siap pakai dengan keunggulan masing-masing.  Kita bisa menggunakan aplikasi akuntansi komputer sesuai dengan kebutuhan perusahaan kita misalnya DEA, MYOB, Zahir Accounting, dan lain sebagainya.  Hal ini mungkin karena keterbatasan peralatan komputer atau bisa juga pengajar yang harus disiapkan.

Itulah kira-kira beberapa kendala dan kesulitan kenapa kita cenderung tidak berminat di bidang akuntansi, padahal akuntansi mempunyai fungsi dan kegunaan yang sangat penting dalam kehidupan.  Kalau sudah memahami dan mengetahui kesulitan dalam belajar akuntansi mari kita sekarang berpikir bahwa akuntansi itu mudah dipelajari karena langsung berhubungan dengan kehidupan manusia.  Apalagi saat ini komputer akuntansi sudah sangat berkembang pesat sehingga akuntansi makin menarik untuk digunakan.

Senin, 16 Januari 2012

Hidup..



Hidup memang pilihan, pilihan kita bagaimana menjalaninya. Namun dalam perjalanannya, terkadang kita bingung pilihan mana yang sebaiknya kita ambil. Kita tidak tahu akhirnya, itu yang membuat kita bingung. Semua pasti ingin pilihan yang kita ambil itu adalah pilihan yang tepat. Karena kita ingin pilihan yang kita ambil itu adalah alternatif pilihan yang paling baik dari semuanya.

Hhh…Hidup. Satu kata saja. Namun berarti banyak hal. Hidup ini Cuma satu kali. Jangan sampai kita menyesal tentang masa lalu. Bagaimanapun juga itu adalah hasil dari pilihan yang pernah kita ambil. Orang yang benar-benar menyadari bahwa hidup ini hanya satu kali, pasti akan memakai hidupnya dengan baik. Dia tidak akan menyia-nyiakan setiap kesempatan yang ada dan dia akan berhati-hati dalam setiap pilihan hidup yang akan dia ambil. Baginya, dia dapat tetap hidup dan meneruskan perjalanan hidupnya hari ini adalah sebuah anugrah dan kesempatan. Dia takkan membuang-buang waktunya untuk hal yang tidak berguna.

Bagaimana pun juga, setiap orang memiliki pandangannya sendiri-sendiri tentang hidup. Sebagian orang memandang hidup sebagai sebuah perjuangan, ada pula yang menganggap hidup seperti sebuah roda yang terus berputar, atau hidup adalah sebuah script film yang sudah disutradarai oleh Tuhan, dan banyak lagi yang lain. Bagi saya, lain lagi. Bagi saya, hidup adalah anugrah yang telah Tuhan berikan. Anugrah itu adalah kehendak bebas dan pilihan untuk menjalaninya. Namun anugrah itu tetap harus saya pertanggungjawabkan kepadaNya. Saya lahir di dunia untuk menjalani hidup saya dengan sebaik-baiknya. Ketika saya kembali ke hadapanNya suatu hari nanti, saya akan mempertanggungjawabkan apa yang telah saya lakukan dengan hidup saya. Karena kehidupan saya milik Tuhan.

Selasa, 10 Januari 2012

Hanya Pemikiran...


Sebuah penyesalan tak akan pernah datang di awal, dia akan selalu muncul di akhir kisah yang nantinya membuat kita merasa terpuruk bahkan tak berguna dan terlihat bodoh. 
Penyesalan itu memang boleh membuat kita terlihat terpuruk di awal, tapi penyesalan itu seharusnya mampu membuat kita menjadi orang yang lebih baik dan lebih tegar untuk menghadapi sebuah kisah yang belum tentu sesuai harapan.
Tak usah takut menyesal di awal untuk menjadi orang yang lebih baik..
Tapi takutlah ketika kamu tak pernah merasa menyesal, karna itu berarti kamu tak akan pernah merasa dirimu salah, tak pernah berusaha menjadi lebih baik, dan mungkin hanya bisa memandang dirimu dengan angkuh dan bergumam "aku yang paling sempurna".................


Selasa, 03 Januari 2012

Manajemen Waktu Untuk Mahasiswa

Sebenarnya strategi ini bukan hanya untuk mahasiswa tetapi bisa juga diterapkan untuk para pelajar atau bahkan buat para pekerja tentunya perlu ada penyesuain sedikit. Menjadi mahasiswa kegiatannya pun bertambah selain menuntut ilmu, juga mengikuti berbagai aktifitas seperti kegiatan tambahan, organisasi kemahasiswaan, atau aktifitas yang lainnya. Interaksi sosial pun semakin bertambah juga seiring bertambah umurnya, mungkin sudah mulai memikirkan calon pasangan hidup, atau mencari peluang bisnis. Dengan berbagai aktifitas tersebut, tentu seorang mahasiswa harus pandai mengatur waktu, merencanakan kegiatan-kegiatan, dan bahkan banyak aktifitas yang menyita waktu sehingga target belajar pun gagal. Di artikel ini kita mengetahui strategi sukses manajemen waktu untuk mahasiswa agar mengatasi permasalahan tersebut.

1.        Belajar dimulai dari subyek yang membosankan atau sulit terlebih dahulu
Alasannya adalah ketika kita dalam keadaan segar, informasi-informasi yang diperoleh akan cepat diproses sehingga kita bisa menghemat waktu. Selain itu akan lebih mudah mendapatkan semangat atau motivasi untuk mempelajari hal yang menyenangkan ketika keadaan kita sedang lelah daripada harus mempelajari hal / subyek yang membosankan.

2.        Tentukan dan identifikasi waktu yang terbaik untuk kita, setiap hari
Apakah anda merasa termasuk seseorang yang “night person” atau “morning person”? Coba gunakan waktu terbaik yang anda miliki itu untuk belajar. Tentu saja belajar pada waktu terbaik itu setiap harinya, sehingga memungkinkan anda dapat menyelesaikan tugas didalam waktu yang lebih singkat.

3.        Cukup dan Berkualitas, itulah kunci untuk tidur dan makan
Adakalanya ketika ada tugas membutuhkan waktu dan energi yang cukup banyak, kita melupakan atau mengabaikan makan atau tidur. Bahkan tidur pun kadang kala bisa dianggap sebagai “bank” didalam manajemen waktu, ketika harus selesaikan tugas yang belum selesai, waktu tidur pun diambil untuk menyelesaikan tugas. Hal seperti itu tidak efektif karena tubuh akan lebih membutuhkan energi yang lebih banyak untuk menyelesaikan tugas-tugas tersebut agar tidak kelelahan dan konsentrasi tetap terjaga.

4.        Tempat atau lingkungan belajar yang kondusif
Pastikan anda mendapatkan tempat belajar yang kondusif yang jauh dari gangguan, mungkin bisa di perpustakaan karena perpustakaan merupakan tempat baik untuk belajar tetapi perpustakaan jam operasinya terbatas.

5.        Gunakan waktu menunggu
Ketika menunggu kendaraan atau transpotasi umum untuk pulang pergi kampus, waktu tersebut bisa dimanfaatkan untuk membaca atau ketika menunggu teman, selalu bawa catatan kecil atau ringkasan subyek kuliah, meskipun hanya satu paragraf.

6.        Jangan lupa dan jangan tinggalkan rekreasi
Kuliah, bukan berarti harus belajar sepanjang masa, tetap harus mempunyai kehidupan sosial yang baik. Misal berkunjung ke teman atau mengerjakan hobi yang anda sukai.